Perbandingan Capres (sok) mendalam

Perbandingan ini mencakup 4 hal:

  1. Visi misi
  2. Rekam Jejak (Track Record)
  3. Digital Supporters
  4. Real Supporters

VISI MISI

Jokowi-JK mempunyai visi, misi, dan program yang jelas runtutannya. Dalam dokumen yang saya download dari KPU, mereka mengidentifikasi masalah terlebih dahulu, yaitu:

  1. Lemahnya wibawa negara (tentang ketidakmampuan mendeteksi ancaman kedaulatan wilayah, pembiaran pelanggaran HAM, kelemahan penegakan hukum, ketidakberdayaan pengelolaan konflik sosial, ketidakpercayaan publik pada negara, perjanjian negara dengan perusahaan asing yang merugikan negara)
  2. Lemahnya ekonomi bangsa (tentang kemiskinan, kesenjangan sosial dan wilayah, kerusakan lingkungan hidup, dan ketergantungan berlebihan)
  3. Intoleransi (tentang solidaritas yang lemah, kebudayaan lokal yang terpinggirkan, konflik horizontal, kegagalan negara mengelola keragaman dan perbedaan)

Setelah mengidentifikasi masalah, mereka menjelaskan dasar idelogi bagi seluruh visi, misi, dan program yang diusung, yaitu Pancasila 1 Juni 1945 dan TRISAKTI. Kedua ideologi ini sejatinya digunakan untuk menjawab permasalahan di atas. Ideologi inilah kemudian diterjemahkan menjadi visi, misi dan program.

Ketika membaca sembilan program prioritas (intisari 31 agenda strategis), terlihat jelas bahwa program tersebut dirancang untuk menyelesaikan masalah yang telah diidentifikasi.

Ketika membaca visi dan misinya, saya mengerti darimana datangnya kalimat-kalimat itu, terlihat benang merahnya.

Prabowo-Hatta. Identifikasi masalah tidak dilakukan secara detail, hanya umum dan normatif. Ketika membaca, saya tidak tahu apakah buat mereka konflik sosial adalah masalah, apakah pelanggaran HAM adalah masalah. Dengan demikian, saya kesulitan memahami logika visi dan misi mereka.

Bagi saya (tentu saja subyektif), visi misi mereka dirancang seluas mungkin untuk mencakup seluruh aspek kehidupan bernegara, namun tidak disertai dengan identifikasi masalah. Terasa hambar, tidak jelas runutannya, tidak jelas apa yang ingin diselesaikan.

Saya tidak mampu menangkap apa yang menjadi prioritas. Mereka terlihat seperti ingin mengerjakan semua.

Sisi positifnya, visi-misi mereka disertai angka yang dapat diukur secara nyata.

Kesimpulan: Walaupun jika ditelusuri programnya kurang lebih sama, tapi jokowi lebih mampu mengajak saya untuk melihat visinya. Saya lebih mudah membayangkan IndonesiaHebat dibandingkan IndonesiaBangkit.

 

 

TRACK RECORD

Jokowi-JK. Saya menilai jokowi dari kenyataan lingkungan saya sendiri, pluit. Waduk pluit masa foke adalah tanah negara yang diduduki rakyat sembarangan dan sangat kotor. Sampah dimana-mana dan penuh rumah liar. Jokowi (bersama Ahok), mampu merubah itu semua jadi taman yang rapi.

wadukdulu

(dulu – dari tribunnews kalo ga salah. Numpang ambil gambar ya mas tribun)

 

waduk skrg

(sekarang – dari lensaindonesia … numpang ambil gambar ya)

 

Bukan orang sembarangan bisa merelokasi ribuan warga dan merubah pemukiman liar menjadi taman yang bagus.

Jusuf Kalla juga patut diingat jasanya ketika melakukan konversi minyak tanah ke gas, lalu mengusahakan perdamaian di Aceh yang telah puluhan tahun didera konflik. Bukan orang sembarangan bisa melakukan hal tersebut.

Mereka adalah orang dengan kemampuan EKSEKUSI. Mereka adalah orang-orang yang mampu MENGGERAKAN RAKYAT (yang bisa dibilang beda kepentingan, membandel, dan tidak rasional). Indonesia terlalu banyak rencana tapi kurang eksekusi. Indonesia sering lemah menghadapi rakyatnya sendiri. Maka buat saya mereka adalah orang yang dibutuhkan Indonesia saat ini.

Prabowo-Hatta

Saya jarang mendengar prestasi prabowo, sehingga saya cari di google. Saya menemukan beberapa (http://www.kaskus.co.id/thread/535b78d9cb07e7210a8b464b/prestasi-seorang-prabowo-subianto-silahkan-bandingkan-dengan-jokowi/):

  1. Prabowo Membebaskan Dermaga Strategis di PT. Kiani dari Tangan Asing (Amerika – Singapore). Prabowo menunjukkan nasionalisme dan prinsip kedaulatannya yang luar biasa dengan membebaskan bandara dan dermaga strategis di PT. Kiani dari cengkeraman JP Morgan Amerika atau Singapore dengan membeli PT. Kiani sebelum pihak luar memilikinya. Prabowo berjuang dengan semua kekuatan finansialnya tahun 2004. Prinsip Prabowo, daripada bandara tersebut dijadikan base dan pangkalan rahasia oleh Amerika dan bisa jadi membahayakan juga untuk keamanan dan privasi negara, lebih baik dia yang membelinya. Belum diberi kewenangan saja sudah berprestasi lewat kemampuan negosiasi ekonomi dan insting militernya. Gimana nanti beliau sudah diberi mandat dan wewenang sebagai Presiden RI?
  2. Prabowo Memimpin Pengibaran Merah-Putih di Puncak Everest
  3. Prabowo Bersumbangsih Tingkatkan Prestasi Olahraga khususnya pencak silat dan berkuda. Dalam masa kepemimpinannya timnas pencak silat kita tidak pernah kalah di turnamen internasional. Tahun 2014 ini, Prabowo juga berhasil jadikan tim polo berkuda kita terbaik di Asia. Kalahkan Cina, India, dan Korsel.
  4. Prabowo, Program Taruna Nusantara, dan Pendidikan Anak Negeri
  5. Prabowo Berkomitmen Menyelamatkan 300 TKI

Ada dua poin yang saya tangkap:

  1. Prestasi Prabowo diperoleh dengan kekuatan dan kemampuan sendiri, bukan dengan menggerakkan rakyat (nomor 1 – kekuatan financial, nomor 2 – kekuatan fisik, nomor 5 – kekuatan negosiasi)
  2. Prestasi Prabowo selalu dalam kasus dimana keinginan rakyat sejalan dengan keinginan dia (nomor 4 – ya iyalah mana ada siswa yang menolak beasiswa, nomor 5 – ya iya lah, mana ada TKI yang ga mau selamat)

In the spirit of fairness, prestasi prabowo menunjukkan banyak sisi positif:

  1. Beliau nasionalis (nomor 1 – rela berkorban pribadi untuk bangsa)
  2. Beliau sehat sekali (nomor 2 – anjir umur segitu bisa daki everest)
  3. Beliau sangat baik dalam bernegosiasi (nomor 5 – saya percaya sulit sekali menyelamatkan TKI)

 

Namun demikian, saya rasa bukan positifnya prabowo (nasionalis, sehat, negosiator ulung) yang dibutuhkan Indonesia saat ini, tapi positifnya Jokowi (kehebatan eksekusi, mampu menggerakan hati rakyat). Sudah banyak orang nasionalis, tapi jarang sekali ada orang yang mampu “mengusir” rakyat dari “rumahnya” (walaupun ilegal) demi kepentingan rakyat yang lebih luas.

 

DIGITAL SUPPORTERS

Saya benci digital supporternya jokowi dan prabowo. Saya pernah iseng cek background orang-orang yang komen dukung jokowi dan prabowo, semuanya kelihatan kaya akun mainan. Mereka juga mendukung dengan membabi buta, ga ada argument saling ejek doang. Menyedihkan. Dalam hal ini, jokowi dan prabowo sama-sama menyedihkan.

 

REAL SUPPORTERS

Saya jujur hanya akan membahas orang-orang yang saya tahu dari media. Saya tidak mencari tahu lebih dalam.

Jokowi-JK. Didukung oleh Anies Baswedan. Tidak punya trackrecord jelek, malah positif sebagai inisiator gerakan Indonesia Mengajar. Pada berita ini (http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/28/160121/2594153/1562/fadli-zon-panggil-pendukung-jokowi-panasbung-anies-baswedan-astagfirullah) Fadli Zon (tim prabowo) menyebut pendukung jokowi adalah panasbung (pasukan nasi bungkus – maksudnya bayaran). Anies menjawab:

~

Anies mengimbau agar diskusi politik dilakukan dengan cerdas dan bermartabat karena bagaimanapun kampanye ini turut memberikan pendidikan politik bagi masyarakat.

“Pertama kita ini sedang ikut bertanggung jawab akan masa depan Indonesia, bukan sedang berlomba untuk menjatuhkan,” jelas Anies.

Anies juga menegaskan, mereka yang membantu Jokowi itu dilakukan dengan rasa kebersamaan. Mereka relawan yang bekerja untuk Indonesia yang sejahtera.

“Pak Jokowi-JK ini tidak selama 5 tahun ngiklan. Mereka selalu bekerja untuk amanahnya masing-masing. Ketika muncul, banyak orang yang membantu. Jadi ketulusan cukup sangat kuat,” terangnya.

“Saya rasa kita akan tetap menjaga kampanye bermartabat dan tak mau menurunkan derajat itu,” tutup dia.

~

Berita lagi (http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/28/154905/2594133/1562/anies-baswedan-kami-tak-akan-tanya-pak-prabowo-sudah-haji-atau-belum). Anies menolak bermain SARA, ia berkata:

 

~

“Kita nggak akan memakai isu begitu. Kita nggak akan begitu. Rakyat Indonesia cerdas, jadi mari menggunakan hati,” terang Anies.

Dia juga menyampaikan, mereka yang bermain di media sosial tentu akan malu bila suatu hari nanti ucapannya yang menyerang dengan fitnah diputar ulang setelah Pilpres selesai. Jadi lebih baik berkampanye dengan bermartabat dan terhormat.

“Jadi apabila kampanye selesai, kita lihat rewind-nya dengan bangga. Kalau mainnya kasar, misalnya seperti main bola nendang kaki, nabrak pemain lawan, pas diputar ulang akan malu nanti,” tutupnya.

~

Siapa lebih baik dan lebih bermartabat? Buat saya, Anies Baswedan.

Jokowi juga didukung oleh Faisal Basri dan Goenawan Muhammad (tertulis dalam manifesto rakyat tak berpartai di https://www.facebook.com/KenapaJokowi/info). Lagi, seluruhnya tidak punya rekam jejak buruk.

 

Prabowo – Hatta. Siapa pendukungnya?

  1. Suryadharma Ali (SDA) – tersangkut kasus korupsi
  2. Ical – kasus lumpur lapindo, dijanjikan kursi menteri utama (duh!!)
  3. Rhoma Irama – ….

Nah pertanyaan mudah, siapapun yang menang, besar kemungkinan kursi menteri akan diisi oleh para pendukungnya. Saya lebih baik punya menteri Anies Baswedan atau Faisal Basri yang tak punya rekam jejak buruk, dibandingkan dengan SDA atau ical. Lagipula, maukah anda menkominfo diisi oleh Tifatul Sembiring lagi? Saya sih ogah punya menteri yang lebih sibuk ngurusin pornografi dibandingkan kecepatan internet di seluruh nusantara. (Oke, yang tiffie itu subjektif. Saya juga bukan sekretarisnya yang tau semua kegiatan dia sih. So, ini bisa diabaikan)

 

TRIVIA

Saya tidak akan membawa masalah HAM Prabowo, karena belum terbukti walaupun anti-prabowo mungkin sangat yakin. Jadi, itu off the discussion.

Saya juga tidak akan membawa Jokowi Capres boneka, karena belum terbukti, walaupun anti-jokowi mungkin sangat yakin. Jadi, itu juga off the discussion.

Karakter juga sebisa mungkin dihindari, karena capek ngomongin ini. Misalnya, prabowo tegas. Oke, pertanyaan saya adalah apa perwujudan sikap tegas dalam pemerintahan nanti? Tembak mati semua koruptor, tembak mati penduduk liar, apa? Ga jelas kan? Makanya saya tidak mau membahas itu. Karena harusnya sifat tegas tertuang dalam visi misi dan program.

Lalu juga karakter jokowi, katanya sederhana, ya percuma sih sederhana kalo menterinya korup semua, atau dia ga bisa kerja. Jadi, itu juga percuma dibahas.

Maka dari itu, pembahasan saya lebih ke arah kemampuan berdasarkan rekam jejak, dibandingkan karakter. Mau bandingkan kemampuan? Tunjukkan prestasi.

Oh ya, relax aja ya kalo beda pendapat. Ga usah panas, yang penting sediakan sumber dan fakta. Jangan cuman saling ejek. Seperti dibilang anies baswedan,

~

Saya perlu garis bawahi, apapun pilihan kita itu adalah karena kecintaan kita pada Indonesia dan komitmen kita untuk memanjukan bangsa tercinta ini. Dengan begitu pilihan ini tidak boleh menyebabkan permusuhan. Lawan beda dengan musuh. Lawan debat adalah teman berpikir, lawan badminton adalah teman berolah raga. Beda dengan musuh yang akan saling menghabisi, lawan itu akan saling menguatkan.
 
Berbeda pilihan itu biasa, tidak usah risau apalagi bermusuhan, rilex saja. Jangan kita terlibat untuk saling menghabisi. Mari kita semua turun tangan untuk saling menguatkan, untuk saling mencintai Indonesia dan untuk membuat kita semua bangga bahwa kita jaga kehormatan dalam menjalani proses politik ini. 

~

Advertisements

Close one, hacker!

semua dimulai dengan chat ini…

Chat part 1

Gw mulai curiga ini bukan temen gw ketika dia bilang “ouuuh”. Yang gw tau, temen gw bukan tipe orang yang pernah ngomong begitu seumur2 gw kenal dia.

Chat part 2

Chat part 3

Karena gw udah curiga, gw mau denger langsung suara temen gw yang minta tolong, just to make sure. Gw bahkan sudah menyiapkan permintaan maaf karena merepotkan dia hahaha tapi ya gw tunggu saja…

Dan ternyataaaaa….

4

So guys, kalo diminta bantuan apapun menyangkut uang, usahakan selalu untuk dengar langsung orangnya langsung minta (given lu hapal suara orangnya, atau tes aja dengan pertanyaan yang kira2 hacker ga mungkin tahu), atau the bestnya malah ktemu langsung. hehe close one hacker bastard!