“Berdoalah sebelum jalan”

Dari dulu sesaat sebelum bepergian jauh ibu tak pernah absen berucap “Berdoa sebelum jalan ya”. Dan dari dulu pula aku tidak pernah betul-betul paham mengapa ia tak pernah absen mengeluarkan kata tersebut. Aku memaknainya sebagai nasihat biasa seperti “Jangan main lumpur dan ujan-ujanan ya”.

Hari ini kekasih, engkau pergi jauh untuk liburan dan untuk pertama kalinya kita terpisah “agak” lama dan jauh. Dan hari ini saya mengucapkan hal yang sama kepadamu ketika kita berpisah di bandara. Ada makna lebih dalam pada nasihat berdoa ini.

Ketika engkau bepergian jauh, besar harapan agar perjalananmu lancar dan selamat diselingi rasa takut kalau andai-andai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Perasaan takut tanpa mampu berbuat apa-apa akhirnya membuat Tuhan lah satu-satunya tempat berlabuh. Aku berharap Tuhan mau hadir membantu kita menjaga segala sesuatunya. Maka tidak hanya aku berdoa, namun aku juga memintamu berdoa yang sama.

Maka kekasih, berdoalah sebelum jalan. Selamat menikmati liburan.

 

Pluit,
Hari Keberangkatan
Dari orang yang selalu berharap yang terbaik untukmu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s