Random Thought on Chasing Wealth

“I wish everyone could get rich and famous and everything they ever dreamed of so they can see that’s not the answer.” Jim Carrey

Why did Jim Carrey say that?

I never experience massive wealth and fame, so I myself is trying to guess what it means. Jadi saya berpikir-pikir, berimajinasi, mengandai-andai.

May be chasing wealth is like climbing a super high mountain. Jika saya sampai di puncak gunung, berarti saya telah berada di posisi kemakmuran yang saya inginkan.

1-on-list-of-islands-by-highest-point-is-the-Puncak-Jaya-summit-at-4884-m-16024-ft-on-Mount-Carstensz-New-Guinea-Indonesia

Imajinasi ini bercerita tentang dua orang, yang ingin mendaki gunung yang sama.

Orang pertama mendaki gunung dengan sangat agresif, ingin cepat-cepat sampai ke puncak. Ia membayangkan puncak gunung pasti indah sekali, pemandangan terhampar di sepanjang jangkauan mata, dunia menjadi kecil. Nah, karena ia ingin cepat sampai di puncak, mungkin dia bawaannya ringan saja, lightweight travel. Hanya pakai baju tipis, tidak bawa baju tebal. Hanya bawa makanan dan minuman ringan dan instan. Jalan sendiri, tidak bawa teman. Hasilnya ia memang cepat sekali progressnya. Dalam sekejap saja dia sudah sampai puncak.

But guess what he finds at the top? Pemandangan memang indah, tapi ternyata ia lupa puncak gunung itu dingin dan berangin. Ia tidak bawa baju tebal, hanya bawa makanan instan, dan ia jalan sendiri. Dingin, sendiri, dan tidak cukup makan, will it be enjoyable? I guess not.

Ada orang kedua, ia juga sangat ingin mencapai puncak seperti orang pertama. Bedanya, he really takes his time. Sebelum mulai mendaki, ia menghabiskan waktu untuk mengajak teman-temannya mendaki bersama dia. Ia membawa segala peralatan masak, cangkir, kompor, baju tebal. Barang bawaannya menjadi banyak sekali, dan rombongannya jadi besar.

Dengan barang bawaan sebanyak itu, dia mendaki lebih lambat dari orang pertama. Mungkin dua kali, tiga kali, empat kali lebih lambat. Kadang salah satu temannya kelelahan sehingga perjalanan terhenti, padahal ia masih segar dan ingin meneruskan perjalanan. Tapi ia setia kepada temannya, sehingga iapun ikut berhenti. Dia tidak meninggalkan rombongannya. Kadang temannya sakit, ia pun terpaksa berhenti beberapa waktu untuk merawatnya.

Perjalanan jadi merepotkan, lamban, tapi ia memastikan walaupun lambat, dia tetap mendaki, bersama.

Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya ia sampai di puncak. Beda dengan orang pertama yang sama-sama mendapat pemandangan indah, ia bawa baju tebal. Ia bawa teman-teman. Dia dapat menikmati pemandangan tanpa kedinginan. Ia bawa peralatan masak, dia bisa menikmati pemandangan sambil makan sup hangat, ngobrol dan bersenda gurau dengan teman-teman. Ia bisa tinggal selamanya disitu tanpa merasa kurang apapun.

Bagaimana dengan orang pertama? Karena ia kedinginan, ia ingin cepat-cepat turun. Ia berlari untuk turun, akhirnya kepleset dan jatuh dengan sangat cepat kebawah, dan menyakitkan.

Orang pertama adalah orang yang ingin cepat-cepat sampai ke puncak kekayaan, tapi ia lupa dengan hal penting lainnya. Ia lupa dengan keluarganya, teman-temannya, kesiapan mentalnya, dan kesehatan fisiknya. Ia mengorbankan segalanya untuk sampai di puncak secepat mungkin.

Orang kedua adalah orang yang juga ingin sampai ke puncak kemakmuran, tapi ia tidak lupa dengan keluarga, orang-orang disekitarnya, kesiapan mentalnya, dan kesehatan fisiknya sendiri. Memang, keluarga dan teman memberatkan, memperlambat jalan ke tujuan. Kadang pendakian (baca:pekerjaan) harus terhenti karena teman lagi sedih dan butuh penghiburan. Sesekali jadi harus absen masuk kantor untuk menyelesaikan pekerjaan (baca: kehilangan kesempatan untuk keliatan jadi karyawan super di mata bos) karena ada acara keluarga. Pekerjaan harus berhenti sejenak untuk istirahat.

Tapi bukankah keluarga, teman, pasangan hidup, kesehatan, dan kematangan / kedewasaan yang membuat segala harta dan kemakmuran menjadi sepenuhnya enjoyable?

Just like Barney Stinson said : “Whatever you do in this life, it is not legendary, unless your friends are there to see it”

Advertisements

One thought on “Random Thought on Chasing Wealth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s