Lifeline Nonlinearity

Akhir2 ini saya sedang suka bermain game di android yang namanya Beach Buggy Blitz, game gratis yang gameplaynya lumayan seru.

Beach Buggy Blitz adalah game mengendarai mobil di pantai. Beda dengan lomba mobil, dalam game ini pemain tidak berlomba dengan pemain lain atau komputer, melainkan berlomba dengan waktu.

Pemain diberikan 30 detik sebagai modal awal, lalu sepanjang permainan akan ada checkpoint dimana setiap melewati garis tersebut pemain akan mendapatkan tambahan waktu.

Sepanjang permainan, ada koin-koin yang tersebar di jalan. Koin ini dapat di ambil, dikumpulkan, untuk kemudian dibelikan barang-barang untuk membantu pemain dalam permainan.

Sepanjang jalan akan ada banyak halangan, rintangan, belokan, yang dapat memperlambat pemain mencapai checkpoint.

Permainan selesai jika waktu yang diberikan habis (alias telat mencapai checkpoint).

Skor permainan ini ditentukan berdasarkan dua hal, yaitu jarak yang ditempuh dan koin yang diperoleh. Semakin jauh jarak yang bisa ditempuh sebelum waktunya habis, dan semakin banyak koin yang dapat diperoleh, maka skornya akan semakin tinggi.

Nah, saya sudah bermain 334 permainan dan menghabiskan 21 jam lebih dengan game ini. Saya sudah melewati cukup banyak dinamika dan variasi yang ada dalam permainan ini.

Kadang saat awal permainan, saya sudah menabrak begitu macam halangan, mulai dari nabrak pohon, rumah, binatang, mobil lain. Wah rasanya pengen restart aja. Pikiran saya, awalnya aja begini, apalagi akhirnya. Sering saya restart jika sudah bgitu. “Hoki game kali ini pasti jelek”, begitu pikiran saya.

Tapi kadang adakalanya saya lanjutkan saya, bermodal pikiran “ya sudah lah lanjutkan saja, toh ga ada ruginya, dr pd ngulang2 trus malah duit yang udah kekumpul langsung hangus”.

Menariknya, banyak sekali penciptaan rekor-rekor baru dalam skor, jarak, maupun koin saya raih justru ketika awalnya jelek, sering tabrak2. Dan itu bukan hanya satu kali.

Malah justru yang awalnya bagus (tanpa nabrak, super lancar) biasanya berakhir biasa-biasa saja, berakhir dengan skor rata-rata.

Saya jadi berpikir, bahwa mungkin memang benar kata orang “awal tidak menentukan akhir”. Awal yang buruk tidak selalu mendatangkan akhir yang buruk, begitu juga sebaliknya.

Saya jadi ingat pengalaman saya sendiri. Ketika saya SMA, nilai saya hancur-hancuran. Setiap pulang sekolah langsung adu lari ke warnet paling cepat supaya tidak kehabisan komputer. Bukan awal yang baik memulai perjalanan pendidikan di SMA. Tapi banyak hal terjadi di tengah jalan. Bertemu orang yang tepat di tengah jalan, inspirasi tiba-tiba menampakan diri lewat sharing, kegiatan, dll. Akhirnya saya masuk UI juga. Sebuah akhir yang buat saya sudah lebih dari cukup untuk mengakhiri masa SMA.

Begitupun dengan kuliah. Mulai dengan mahasiswa ga aktif, habis selesai kuliah ya langsung pulang. Males ikut kegiatan. Giliran daftar kepanitiaan, temen-temen lain diterima eh saya ditolak sendirian. Asem. Sudah seperti itu, IP paling rendah pula dari peer group waktu itu. Makin asem.

Tapi lumayan lah, di saat semester makin tinggi orang lain IP nya makin turun, eh gw makin naik. Naiknya lumayan tajem lagi. Dah itu tiba2 bisa ikut JGTC, yang berkontribusi sangat besar terhadap acceptance gw di McK.

Kuliah diakhiri dengan top 15 IP tertinggi, dan diterima di McKinsey. A very good ending.

Jadi makin sadar, bahwa kehidupan itu tidak linear sama sekali. Awal tidak menentukan akhir. Jadi kalau hidup sekarang sedang susah, bukan berarti itu akan susah selamanya. Jangan lupa, masih ada harapan perubahan. Akan banyak variabel baru dalam kehidupan yang akan muncul di masa depan, dan sangat mungkin variabel itu akan merubah nasib besar-besaran. Saya pun sekarang masih berharap kepada variabel-variabel tersebut.

Dan ini juga jadi pengingat, supaya ketika (atau sekarang) nasib sedang bagus, bahwa itu bisa berubah dalam sekejap, melalui variabel baru yang sama. Jadi kalau nasib sedang bagus, mungkin memang harus banyak berdoa dan membantu sesama, supaya rezeki itu dijaga oleh yang Maha Kuasa.

Elbert
Pluit
19.44

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s