At Least I Die Trying

Saya adalah seorang yang suka inspirasi. Saya sangat suka cerita-cerita orang hebat, bagaimana mereka dulu susah, tapi sekarang hidupnya berubah total. Atau cerita mengenai bagaimana mereka mengambil resiko dengan berani, yang akhirnya nasib yang awalnya selalu mengkhianati mereka berubah berpihak kepada mereka. Saya bisa ber jam-jam baca cerita-cerita demikian sampai kepala jadi pusing.

Karena terlalu banyak membaca cerita tersebut, saya jadi percaya bahwa jika kita berusaha cukup keras, pasti kita akan berhasil. Percaya 100%.

Tapi belakangan ini, saya jadi berpikir, apa iya pasti 100% berhasil?

Masa tidak ada sih satu orang pun di dunia ini, di antara ramainya umat manusia sampai bumi penuh sesak ini, tidak ada satupun, saya ulangi, tidak ada SATUPUN yang telah melakukan segalanya dengan benar, tapi tetap sengsara hidupnya?

Saya pikir saya mendapat kepercayaan “100%” itu akibat dari “hanya orang berhasil” yang masuk dalam cerita. Yang telah berusaha namun nasibnya tidak berubah sebetulnya banyak, tapi mereka kan tidak pernah masuk cerita-cerita sehingga kita tidak tahu, bahwa dunia tidak semanis itu, bahwa ada kalanya nasib tetap tidak lelah-lelahnya melawan kita. Kita hanya tidak pernah tahu saja.

Saya jadi berpikir, bagaimana kalau ternyata saya adalah termasuk orang yang “tidak pernah masuk cerita”. Bagaimana kalau semua perjuangan saya tidak happy ending layaknya sebuah film pada umumnya?

Lalu saya secara tidak sengaja terlibat pembicaraan dengan seorang teman, salah seorang entrepreneur. Dia memilih jalan entrepreneurship karena menurut dia itu yang paling “asik” untuk mendapatkan tingkat kemampuan ekonomi yang tinggi. Lebih cepat dan lebih banyak dalam mendapatkan uang, dibanding berkarir di perusahaan besar.

Lalu saya iseng bertanya “tapi lu sadar kan bahwa jadi entrepreneur juga ga selalu berhasil?”

Lalu dia berkata seperti ini “Bert, gw datang dari kelas menengah. Yah, gw kepingin naik kelas dalam kehidupan ini dong. Gw kepingin jadi kelas atas. Gw tau, jadi entrepreneur itu kaya judi sebenernya, bisa gagal bisa berhasil. Tapi yah gw akan berjudi seumur hidup gw di jalan ini, ga di jalan yang lain. Pilihannya buat gw cuman 2, jadi kelas atas, atau gpp lah kalaupun akhirnya gw turun kelas but at least I die trying to be one, dari pada jadi kelas menengah terus tanpa pernah mencoba”.

Bagian akhir dari ucapannya itu sangat menarik buat saya. Memang mentalitas itulah yang saya butuhkan. Saya harus bisa punya prinsip “At least I die trying”. Mungkin kisah saya tidak akan masuk cerita inspirasi, mungkin kisah saya tidak happy ending, but at least, I die trying.

Lagipula kata orang bijak, kalau kita mencoba tidak ada jaminan kita akan berhasil, tapi kalau kita tidak coba, kita tidak mungkin berhasil bukan?

Dari pada jadi kelas menengah terus?

 

Elbert Ludica Toha

27 Mei 2012

PIK

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s