The Journey of Mind(4): Redefining Success

Ini adalah speech yang pernah gw bawakan ketika gw join Toastmaster, a private english public speaking club, for 4th project. Speech ini gw bawakan sekitar 1 tahun yang lalu. Semoga bisa berguna buat yang baca.

So, gw adalah mahasiswa UI, dan lingkungan pergaulan gw didominasi oleh orang2 yang achiever, atau bahkan super achiever (catatan: tentunya sebelum join JGTC hahaha). temen2 gw adalah orang2 yang haus akan prestasi, berambisi untuk mengisi CV nya dengan segudang piala. mereka selalu melahap baik lomba kecil maupun lomba besar bertaraf internasional. Dalam pikiran gw waktu itu (again, ini konteksnya sebelum gw JGTC lho haha), begitulah memang cara satu2 nya untuk menjadi “orang” di UI, menjadi mahasiswa yang terpandang, yang tidak dianggap sebelah mata, dengan kata lain, itulah jalan menuju sukses. sukses menjadi mahasiswa yang “great”, dan otomatis bisa dapet kerjaan lebih baik, dan keuntungan2 lainnya, pokoknya kalau gw uda punya seabrek prestasi, ya gw sukses.

jadi, sampai disini, sukses adalah “mendapatkan banyak piala sehingga punya masa depan yang lebih cerah”

nah, masalahnya, belakangan gw mengetahui gw sebetulnya bukan orang yang kompetisi banget. bahkan gw ga suka berkompetisi. beda sama seorang temen gw (yang kalo ikut kompetisi selalu menang haha), dia pernah nulis di fb (atau twitter gw lupalah dimana) “gw senang banget ikut kompetisi. i enjoy it very much” yah ga persis gitu sih, tapi intinya begitu lah. nah, gw tertohok ngeliat tulisan dia. karena apa…. karena sebenernya gw sama sekali ga enjoy ketika ikut kompetisi. yah ketika gw memaksakan diri gw bisa sih menang beberapa, tapi gw sama sekali ga enjoy prosesnya, beda dengan dia yang justru malah menikmati.

nah gw sadar deh, kenapa prestasi gw ga sebanyak temen gw yang satu itu, satu2nya alasan ya karena dia enjoy prosesnya sedangkan gw engga. dan orang yang enjoy melakukan sesuatu pasti outputnya lebih maksimal, ya kan? hmm

disini gw bisa bilang gw ga happy dengan ikut kompetisi (ga menikmati prosesnya), sehingga hasilnya pun ga maksimal. gw ga punya segundang prestasi. then comes pertanyaan yang menakutkan: berarti gw ga bisa sukses dong? oh noooo…..

So, i started to redefine success. (karena gw ga terima gw ga bisa sukses, gw jg mau sukses dong hahaha)

Sukses buat gw adalah “melakukan hal yang gw seneng”. definisi ini muncul karena persoalan awalnya kan krn gw ga happy dgn kompetisi. jd menurut gw, sukses itu ya kalo gw seneng. tapi….. penjahat juga seneng ngebunuh orang, berarti mereka sukses dong? no no no gw ga terima kalo penjahat dibilang sukses hahaha so, gw menambahkan beberapa kata ke dalam definisi lagi, jadi

Sukses adalah “melakukan hal yang gw seneng secara bertanggung jawab dan value-added”. nah, pembunuh kan ga value added, jadi mereka ga bisa dibilang sukses.

problem selanjutnya adalah, value added ke siapa? ke orang lain atau ke diri sendiri? kalau ke orang lain kan keliatan tuh hasilnya kita dapet recognition, dikenal baik, bahkan mungkin bisa dibayar (misalkan kita suka desain dan kita dapet job design dr temen, plus dikasi honor, kan lumayan). nah kalo value added ke diri sendiri? semisal membaca buku, itu termasuk di dalam definisi ga yah…. setelah gw berpikir sebentar gw menemukan jawabannya. Dengan gw add value kepada diri sendiri, mungkin gw ga pay-off (menikmati hasilnya) saat itu juga, tapi dengan demikian gw sedang mempersiapkan sukses gw di masa depan. dengan membaca buku gw bisa banyak tahu, dengan demikian gw bisa dengan lancar ngobrol dengan orang. orang lain pas ngobrol sama gw bisa nganggep gw orang pinter. dengan dianggep orang pinter gw bisa dapat kesempatan emas yang gw ga bisa dapet kalo gw dianggep bodoh (krn ga baca buku). Jadi kesimpulannya mnurut gw,

sukses adalah “melakukan hal yang gw seneng secara bertanggung jawab dan value-added baik kepada orang lain maupun diri gw sendiri”

definisi ini belum lengkap. karena masih ada permasalahan berikutnya. kalau gw uda seneng, add value ke orang lain maupun diri sendiri, tapi kalo ga keliatan di CV buat apa dong? toh gw ga bisa bilang “gw uda baca ratusan buku” ke employer kan? ga bisa juga bilang “krn pengetahuan gw, gw mampu merubah diri yang dulunya males jadi rajin skrg”. nah jadi apa gunanya? tapi gw menemukan jawaban atas pertanyaan2 ini. gw percaya, ketika kita jadi orang yang “hebat” secara karakter, pengetahuan, kepribadian, punya inner strength (inner beauty buat cewe), hal2 tersebut ga bisa disembunyikan. mungkin gw boleh kalah di seleksi awal (seleksi CV), tapi waktu akan membuktikan dan membukakan jalan ke tempat gw mau. gw mungkin sedikit terlambat, tapi orang akan tau kualitas gw sesungguhnya seiring dengan berjalannya waktu. toh yang paling penting dalam hidup ini BUKAN AWAL, tapi AKHIR-nya.

jadi, sukses adalah “melakukan hal yang gw seneng secara bertanggung jawab dan value-added baik kepada orang lain maupun diri gw sendiri, baik kelihatan maupun tidak kelihatan (dalam CV, maupun ter-expose orang lain atau tidak)”

Buat gw, itulah definisi terbaik tentang sukses. nah orang mungkin berkata sukses itu “bahagia, kaya raya, damai, berguna buat orang lain, dan bla bla bla”

coba liat deh definisi gw, kalau sukses itu bahagia, kan gw mendefinisikan sukses itu melakukan hal yang lu senangi, sehingga mana mungkin lu tidak bahagia? jadi karena lu melakukan hal yang lu happy, makanya lu bahagia.

tentang kaya raya, bagaimana mungkin anda tidak kaya raya kalau anda mengerjakan hal yang value-added buat orang lain? orang membayar anda karena nilai tambah yang anda berikan ke mereka. contoh: Aqua itu bukan jualan air putih, tapi jual VALUE. air putih mah masak aja sendiri juga bisa, tapi aqua menjual “higinis”, dia jual “perasaan aman mengkomsumsi air putih”, dia jual “kepercayaan” dengan cara membotolkannya. jadi, give value and people will give you their money. you will become rich because you give them value, huge value.

anda juga akan berguna bagi masyarakat kalau anda terus mengasah diri, yang menurut definisi sukses gw adalah “melakukan hal yang value added bagi diri sendiri, baik.  keliatan maupun tidak”. anda akan memiliki karakter yang hebat, sehingga terpakai di masyarakat.

KESIMPULAN?

1. Sukses adalah “melakukan hal yang gw seneng secara bertanggung jawab dan value-added baik kepada orang lain maupun diri gw sendiri, baik kelihatan maupun tidak kelihatan (dalam CV, maupun ter-expose orang lain atau tidak)”

2. Sukses bukanlah KONDISI AKHIR (kaya raya dsb), melainkan PERMULAAN, yaitu action anda yang bisa membawa anda ke KONDISI AKHIR menurut definisi sukses yang konvensional. Success is not an end, its a start.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

Elbert Ludica Toha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s