Spiritual Journey

Well, something just got into my mind about atheism. Ada never ending debate antara kelompok orang-orang yang percaya kepada Tuhan (umumnya monotheis – percaya satu Tuhan) dan kaum atheis. Mereka berdebat satu sama lain berusaha meyakinkan kelompok lawan untuk menerima pendapatnya. Sudah lama gw penasaran dan ingin tahu apakah kelompok monotheis pada akhirnya bisa meyakinkan kelompok atheis, atau sebaliknya. Setelah gw pikir2, tidak akan pernah ada jawabannya. Tidak akan pernah satu kelompok berhasil meyakinkan kelompok lainnya, mengapa?

Karena kedua kelompok tanpa mereka sadari menggunakan pendekatan empiris untuk membuktikan eksistensi Tuhan. Kelompok atheis mengedepankan pikiran mereka dalam berargumen, demikian juga kaum monotheis menggunakan iman yang tidak memiliki dasar ilmiah. Tidak ada satu kelompok pun yang betul2 mempunyai bukti bahwa Tuhan adalah nyata atau bahkan tidak ada sama sekali.

Sampai kapanpun, kaum monotheis tidak akan pernah bisa menunjukkan Allah-nya kepada kaum atheis. Demikian pula, kaum atheis sampai kapanpun tidak akan pernah bisa membuktikan Tuhan tidak ada.

Contoh, Jika saya salah satu kaum monotheis dan saya bilang “masuk UI adalah anugrah dan hadiah dari Tuhan. Memang Tuhan sudah menentukan jalan ku di UI”.

Bagi kaum monotheis: mereka tidak bisa membuktikan bahwa hal tersebut adalah pekerjaan Allah. Mereka hanya percaya dan meng-imani nya. Hal ini tidak cukup untuk meyakinkan kaum atheis.

Bagi kaum atheis: mereka akan menganggap hal tersebut adalah hasil dari kerja keras, belajar, dan berusaha. Tidak ada hubungannya dengan Allah. Disini, mereka menggunakan akalnya. mereka mencari jalan cerita yang masuk akal tanpa membantah adanya kemungkinan campur tangan Tuhan, tanpa membantah bahwa MUNGKIN Tuhan memang ada. maka dari itu, mereka pun menggunakan pendekatan empiris. Hal ini tidak akan cukup untuk menggoyahkan iman penganut monotheis.

Tidak ada bukti kuat atau alat yang dapat membuktikan keberadaan Tuhan (maupun ketidakberadaan Tuhan). Kalau membuktikan keberadaan rumah/properti bisa melalui foto, tinjau lapangan, wawancara, satelit, dan masih banyak lagi (yang hasilnya tidak bisa dibantah lagi). Nah kalau Tuhan? tidak bisa kan….

Kesimpulannya? Berdebat tentang keberadaan Tuhan adalah sesuatu yang sia-sia. So, berhentilah membuktikan bahwa Tuhan ada kepada kaum atheis, dan berhentilah repot2 membuktikan bahwa Tuhan tidak ada ke kaum monotheis.

Ini semua hanyalah masalah kepercayaan, tinggal anda percaya TUHAN ADA atau anda percaya TUHAN TIDAK ADA. Saya memilih untuk percaya bahwa Tuhan ada. Saya mungkin tidak bisa membuktikan keberadaan Tuhan, tapi kaum atheis juga tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan tidak ada… jadi mudah saja hahaha tinggal anda memilih anda percaya yang mana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s