The Journey of Mind: Labyrinth

Ketika menhadiri acara Wik-N KUKSA kemarin, ketika sedang mendengarkan beberapa alumni sharing, tiba-tiba pikiran saya pergi jauh, melanglang buana, asik sendiri. Inilah hasil perjalanan pikiran saya.

Hidupku seperti labirin. Setiap labirin mempunyai satu pintu keluar, begitulah juga aku mempunyai tujuan akhir hidupku. Namun demikian, aku tidak tahu ke arah mana aku harus melangkah di percabangan berikutnya untuk sampai ke tujuanku, untuk sampai kepada pintu keluar. Aku punya tujuan, tapi aku hilang arah. Aku tak tahu jalan mana yang harus kupilih dan akupun tak tahu apa yang akan kuhadapi di setiap jalan yang akan kuambil. Namun demikian, labirin selalu punya satu pintu keluar, dan aku percaya yang dibutuhkan untuk menemukan pintu tersebut bukanlah “pilihan” yang “selalu benar”, melainkan kemauan, keberanian, dan kekuatan hati untuk terus berjalan, percaya bahwa pintu tersebut nyata, bahwa kita akan selalu menemukan pintu tersebut walaupun kita harus dan akan sering salah mengambil jalan, bahwa setiap jalan yang salah akan mengajarkan kita sesuatu, bahwa Tuhan selalu ada untuk menuntun kita menemukan pintu tersebut, dan bahwa labirin tersebut memang diciptakan untuk dipecahkan. Dan akhirnya, mungkin beginilah hidup semua orang…

Extended Concept

Hidup seperti labirin artinya mengerti tentang hidup itu kompleks dan sulit, bahkan tak terbayangkan. Namun asalkan kita terus berjalan, lama kelamaan kita akan mengerti gambaran besar hidup kita.

Ketika kita berjalan dalam labirin, kita tak tahu pasti dimana letak pintu keluarnya. Sama dengan impian dan tujuan hidup kita. Banyak dari kita hanya bisa mengira-ngira apa tujuan kita hidup di dunia ini, apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan (dan menjadi). Namun demikian, percaya kepada pintu keluar itu memang ada, bahwa kita memang diciptakan untuk sebuah tujuan, akan menjadi motivasi utama untuk terus berjalan. (walaupun mungkin agak beda dengan yang kita perkirakan).

Labirin tak akan terpecahkan kalau kita berhenti berjalan. Sama dengan hidup ini akan berhenti bermanfaat dan menjauhi tujuan hidup di dunia ketika kita berhenti berusaha. Dalam mencari pintu keluar, kita mungkin akan mengambil beberapa belokan yang salah, sama dalam hidup kita mungkin akan salah mengambil jurusan kuliah, salah memutuskan, salah langkah, namun kesemuanya itu hendaknya tidak menghentikan kita dalam mencari arti hidup sesungguhnya dan memenuhi tujuan hidup kita di dunia yang Tuhan kehendaki.

“dan labirin memang diciptakan untuk dipecahkan” adalah percaya bahwa semua manusia memiliki tujuan yang dikehendaki Tuhan dalam hidupnya, bahwa tidak ada satu orang manusiapun yang diciptakan sia-sia, asalkan kita mau berusaha menemukan maksud Tuhan tersebut. Asalkan kita sadar.

Jalan yang benar (jalan menuju pintu keluar) adalah kombinasi antara jalan yang tepat dengan jalan yang tidak tepat. Lebih baik salah mengambil jalan dari pada tidak berjalan. Dengan salah mengambil jalan, kita jadi tahu mana yang salah (dan mana yang benar). Lagipula, labirin selalu punya lebih dari satu jalan kan?

~Elbert Ludica Toha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s