“Berdoalah sebelum jalan”

Dari dulu sesaat sebelum bepergian jauh ibu tak pernah absen berucap “Berdoa sebelum jalan ya”. Dan dari dulu pula aku tidak pernah betul-betul paham mengapa ia tak pernah absen mengeluarkan kata tersebut. Aku memaknainya sebagai nasihat biasa seperti “Jangan main lumpur dan ujan-ujanan ya”.

Hari ini kekasih, engkau pergi jauh untuk liburan dan untuk pertama kalinya kita terpisah “agak” lama dan jauh. Dan hari ini saya mengucapkan hal yang sama kepadamu ketika kita berpisah di bandara. Ada makna lebih dalam pada nasihat berdoa ini.

Ketika engkau bepergian jauh, besar harapan agar perjalananmu lancar dan selamat diselingi rasa takut kalau andai-andai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Perasaan takut tanpa mampu berbuat apa-apa akhirnya membuat Tuhan lah satu-satunya tempat berlabuh. Aku berharap Tuhan mau hadir membantu kita menjaga segala sesuatunya. Maka tidak hanya aku berdoa, namun aku juga memintamu berdoa yang sama.

Maka kekasih, berdoalah sebelum jalan. Selamat menikmati liburan.

 

Pluit,
Hari Keberangkatan
Dari orang yang selalu berharap yang terbaik untukmu.

 

Advertisements

Perbandingan Capres (sok) mendalam

Perbandingan ini mencakup 4 hal:

  1. Visi misi
  2. Rekam Jejak (Track Record)
  3. Digital Supporters
  4. Real Supporters

VISI MISI

Jokowi-JK mempunyai visi, misi, dan program yang jelas runtutannya. Dalam dokumen yang saya download dari KPU, mereka mengidentifikasi masalah terlebih dahulu, yaitu:

  1. Lemahnya wibawa negara (tentang ketidakmampuan mendeteksi ancaman kedaulatan wilayah, pembiaran pelanggaran HAM, kelemahan penegakan hukum, ketidakberdayaan pengelolaan konflik sosial, ketidakpercayaan publik pada negara, perjanjian negara dengan perusahaan asing yang merugikan negara)
  2. Lemahnya ekonomi bangsa (tentang kemiskinan, kesenjangan sosial dan wilayah, kerusakan lingkungan hidup, dan ketergantungan berlebihan)
  3. Intoleransi (tentang solidaritas yang lemah, kebudayaan lokal yang terpinggirkan, konflik horizontal, kegagalan negara mengelola keragaman dan perbedaan)

Setelah mengidentifikasi masalah, mereka menjelaskan dasar idelogi bagi seluruh visi, misi, dan program yang diusung, yaitu Pancasila 1 Juni 1945 dan TRISAKTI. Kedua ideologi ini sejatinya digunakan untuk menjawab permasalahan di atas. Ideologi inilah kemudian diterjemahkan menjadi visi, misi dan program.

Ketika membaca sembilan program prioritas (intisari 31 agenda strategis), terlihat jelas bahwa program tersebut dirancang untuk menyelesaikan masalah yang telah diidentifikasi.

Ketika membaca visi dan misinya, saya mengerti darimana datangnya kalimat-kalimat itu, terlihat benang merahnya.

Prabowo-Hatta. Identifikasi masalah tidak dilakukan secara detail, hanya umum dan normatif. Ketika membaca, saya tidak tahu apakah buat mereka konflik sosial adalah masalah, apakah pelanggaran HAM adalah masalah. Dengan demikian, saya kesulitan memahami logika visi dan misi mereka.

Bagi saya (tentu saja subyektif), visi misi mereka dirancang seluas mungkin untuk mencakup seluruh aspek kehidupan bernegara, namun tidak disertai dengan identifikasi masalah. Terasa hambar, tidak jelas runutannya, tidak jelas apa yang ingin diselesaikan.

Saya tidak mampu menangkap apa yang menjadi prioritas. Mereka terlihat seperti ingin mengerjakan semua.

Sisi positifnya, visi-misi mereka disertai angka yang dapat diukur secara nyata.

Kesimpulan: Walaupun jika ditelusuri programnya kurang lebih sama, tapi jokowi lebih mampu mengajak saya untuk melihat visinya. Saya lebih mudah membayangkan IndonesiaHebat dibandingkan IndonesiaBangkit.

 

 

TRACK RECORD

Jokowi-JK. Saya menilai jokowi dari kenyataan lingkungan saya sendiri, pluit. Waduk pluit masa foke adalah tanah negara yang diduduki rakyat sembarangan dan sangat kotor. Sampah dimana-mana dan penuh rumah liar. Jokowi (bersama Ahok), mampu merubah itu semua jadi taman yang rapi.

wadukdulu

(dulu – dari tribunnews kalo ga salah. Numpang ambil gambar ya mas tribun)

 

waduk skrg

(sekarang – dari lensaindonesia … numpang ambil gambar ya)

 

Bukan orang sembarangan bisa merelokasi ribuan warga dan merubah pemukiman liar menjadi taman yang bagus.

Jusuf Kalla juga patut diingat jasanya ketika melakukan konversi minyak tanah ke gas, lalu mengusahakan perdamaian di Aceh yang telah puluhan tahun didera konflik. Bukan orang sembarangan bisa melakukan hal tersebut.

Mereka adalah orang dengan kemampuan EKSEKUSI. Mereka adalah orang-orang yang mampu MENGGERAKAN RAKYAT (yang bisa dibilang beda kepentingan, membandel, dan tidak rasional). Indonesia terlalu banyak rencana tapi kurang eksekusi. Indonesia sering lemah menghadapi rakyatnya sendiri. Maka buat saya mereka adalah orang yang dibutuhkan Indonesia saat ini.

Prabowo-Hatta

Saya jarang mendengar prestasi prabowo, sehingga saya cari di google. Saya menemukan beberapa (http://www.kaskus.co.id/thread/535b78d9cb07e7210a8b464b/prestasi-seorang-prabowo-subianto-silahkan-bandingkan-dengan-jokowi/):

  1. Prabowo Membebaskan Dermaga Strategis di PT. Kiani dari Tangan Asing (Amerika – Singapore). Prabowo menunjukkan nasionalisme dan prinsip kedaulatannya yang luar biasa dengan membebaskan bandara dan dermaga strategis di PT. Kiani dari cengkeraman JP Morgan Amerika atau Singapore dengan membeli PT. Kiani sebelum pihak luar memilikinya. Prabowo berjuang dengan semua kekuatan finansialnya tahun 2004. Prinsip Prabowo, daripada bandara tersebut dijadikan base dan pangkalan rahasia oleh Amerika dan bisa jadi membahayakan juga untuk keamanan dan privasi negara, lebih baik dia yang membelinya. Belum diberi kewenangan saja sudah berprestasi lewat kemampuan negosiasi ekonomi dan insting militernya. Gimana nanti beliau sudah diberi mandat dan wewenang sebagai Presiden RI?
  2. Prabowo Memimpin Pengibaran Merah-Putih di Puncak Everest
  3. Prabowo Bersumbangsih Tingkatkan Prestasi Olahraga khususnya pencak silat dan berkuda. Dalam masa kepemimpinannya timnas pencak silat kita tidak pernah kalah di turnamen internasional. Tahun 2014 ini, Prabowo juga berhasil jadikan tim polo berkuda kita terbaik di Asia. Kalahkan Cina, India, dan Korsel.
  4. Prabowo, Program Taruna Nusantara, dan Pendidikan Anak Negeri
  5. Prabowo Berkomitmen Menyelamatkan 300 TKI

Ada dua poin yang saya tangkap:

  1. Prestasi Prabowo diperoleh dengan kekuatan dan kemampuan sendiri, bukan dengan menggerakkan rakyat (nomor 1 – kekuatan financial, nomor 2 – kekuatan fisik, nomor 5 – kekuatan negosiasi)
  2. Prestasi Prabowo selalu dalam kasus dimana keinginan rakyat sejalan dengan keinginan dia (nomor 4 – ya iyalah mana ada siswa yang menolak beasiswa, nomor 5 – ya iya lah, mana ada TKI yang ga mau selamat)

In the spirit of fairness, prestasi prabowo menunjukkan banyak sisi positif:

  1. Beliau nasionalis (nomor 1 – rela berkorban pribadi untuk bangsa)
  2. Beliau sehat sekali (nomor 2 – anjir umur segitu bisa daki everest)
  3. Beliau sangat baik dalam bernegosiasi (nomor 5 – saya percaya sulit sekali menyelamatkan TKI)

 

Namun demikian, saya rasa bukan positifnya prabowo (nasionalis, sehat, negosiator ulung) yang dibutuhkan Indonesia saat ini, tapi positifnya Jokowi (kehebatan eksekusi, mampu menggerakan hati rakyat). Sudah banyak orang nasionalis, tapi jarang sekali ada orang yang mampu “mengusir” rakyat dari “rumahnya” (walaupun ilegal) demi kepentingan rakyat yang lebih luas.

 

DIGITAL SUPPORTERS

Saya benci digital supporternya jokowi dan prabowo. Saya pernah iseng cek background orang-orang yang komen dukung jokowi dan prabowo, semuanya kelihatan kaya akun mainan. Mereka juga mendukung dengan membabi buta, ga ada argument saling ejek doang. Menyedihkan. Dalam hal ini, jokowi dan prabowo sama-sama menyedihkan.

 

REAL SUPPORTERS

Saya jujur hanya akan membahas orang-orang yang saya tahu dari media. Saya tidak mencari tahu lebih dalam.

Jokowi-JK. Didukung oleh Anies Baswedan. Tidak punya trackrecord jelek, malah positif sebagai inisiator gerakan Indonesia Mengajar. Pada berita ini (http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/28/160121/2594153/1562/fadli-zon-panggil-pendukung-jokowi-panasbung-anies-baswedan-astagfirullah) Fadli Zon (tim prabowo) menyebut pendukung jokowi adalah panasbung (pasukan nasi bungkus – maksudnya bayaran). Anies menjawab:

~

Anies mengimbau agar diskusi politik dilakukan dengan cerdas dan bermartabat karena bagaimanapun kampanye ini turut memberikan pendidikan politik bagi masyarakat.

“Pertama kita ini sedang ikut bertanggung jawab akan masa depan Indonesia, bukan sedang berlomba untuk menjatuhkan,” jelas Anies.

Anies juga menegaskan, mereka yang membantu Jokowi itu dilakukan dengan rasa kebersamaan. Mereka relawan yang bekerja untuk Indonesia yang sejahtera.

“Pak Jokowi-JK ini tidak selama 5 tahun ngiklan. Mereka selalu bekerja untuk amanahnya masing-masing. Ketika muncul, banyak orang yang membantu. Jadi ketulusan cukup sangat kuat,” terangnya.

“Saya rasa kita akan tetap menjaga kampanye bermartabat dan tak mau menurunkan derajat itu,” tutup dia.

~

Berita lagi (http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/28/154905/2594133/1562/anies-baswedan-kami-tak-akan-tanya-pak-prabowo-sudah-haji-atau-belum). Anies menolak bermain SARA, ia berkata:

 

~

“Kita nggak akan memakai isu begitu. Kita nggak akan begitu. Rakyat Indonesia cerdas, jadi mari menggunakan hati,” terang Anies.

Dia juga menyampaikan, mereka yang bermain di media sosial tentu akan malu bila suatu hari nanti ucapannya yang menyerang dengan fitnah diputar ulang setelah Pilpres selesai. Jadi lebih baik berkampanye dengan bermartabat dan terhormat.

“Jadi apabila kampanye selesai, kita lihat rewind-nya dengan bangga. Kalau mainnya kasar, misalnya seperti main bola nendang kaki, nabrak pemain lawan, pas diputar ulang akan malu nanti,” tutupnya.

~

Siapa lebih baik dan lebih bermartabat? Buat saya, Anies Baswedan.

Jokowi juga didukung oleh Faisal Basri dan Goenawan Muhammad (tertulis dalam manifesto rakyat tak berpartai di https://www.facebook.com/KenapaJokowi/info). Lagi, seluruhnya tidak punya rekam jejak buruk.

 

Prabowo – Hatta. Siapa pendukungnya?

  1. Suryadharma Ali (SDA) – tersangkut kasus korupsi
  2. Ical – kasus lumpur lapindo, dijanjikan kursi menteri utama (duh!!)
  3. Rhoma Irama – ….

Nah pertanyaan mudah, siapapun yang menang, besar kemungkinan kursi menteri akan diisi oleh para pendukungnya. Saya lebih baik punya menteri Anies Baswedan atau Faisal Basri yang tak punya rekam jejak buruk, dibandingkan dengan SDA atau ical. Lagipula, maukah anda menkominfo diisi oleh Tifatul Sembiring lagi? Saya sih ogah punya menteri yang lebih sibuk ngurusin pornografi dibandingkan kecepatan internet di seluruh nusantara. (Oke, yang tiffie itu subjektif. Saya juga bukan sekretarisnya yang tau semua kegiatan dia sih. So, ini bisa diabaikan)

 

TRIVIA

Saya tidak akan membawa masalah HAM Prabowo, karena belum terbukti walaupun anti-prabowo mungkin sangat yakin. Jadi, itu off the discussion.

Saya juga tidak akan membawa Jokowi Capres boneka, karena belum terbukti, walaupun anti-jokowi mungkin sangat yakin. Jadi, itu juga off the discussion.

Karakter juga sebisa mungkin dihindari, karena capek ngomongin ini. Misalnya, prabowo tegas. Oke, pertanyaan saya adalah apa perwujudan sikap tegas dalam pemerintahan nanti? Tembak mati semua koruptor, tembak mati penduduk liar, apa? Ga jelas kan? Makanya saya tidak mau membahas itu. Karena harusnya sifat tegas tertuang dalam visi misi dan program.

Lalu juga karakter jokowi, katanya sederhana, ya percuma sih sederhana kalo menterinya korup semua, atau dia ga bisa kerja. Jadi, itu juga percuma dibahas.

Maka dari itu, pembahasan saya lebih ke arah kemampuan berdasarkan rekam jejak, dibandingkan karakter. Mau bandingkan kemampuan? Tunjukkan prestasi.

Oh ya, relax aja ya kalo beda pendapat. Ga usah panas, yang penting sediakan sumber dan fakta. Jangan cuman saling ejek. Seperti dibilang anies baswedan,

~

Saya perlu garis bawahi, apapun pilihan kita itu adalah karena kecintaan kita pada Indonesia dan komitmen kita untuk memanjukan bangsa tercinta ini. Dengan begitu pilihan ini tidak boleh menyebabkan permusuhan. Lawan beda dengan musuh. Lawan debat adalah teman berpikir, lawan badminton adalah teman berolah raga. Beda dengan musuh yang akan saling menghabisi, lawan itu akan saling menguatkan.
 
Berbeda pilihan itu biasa, tidak usah risau apalagi bermusuhan, rilex saja. Jangan kita terlibat untuk saling menghabisi. Mari kita semua turun tangan untuk saling menguatkan, untuk saling mencintai Indonesia dan untuk membuat kita semua bangga bahwa kita jaga kehormatan dalam menjalani proses politik ini. 

~

Recent Creation – Web application for startup

Aplikasi ini adalah sebuah sales order sistem. Tugasnya adalah menerima order dari pelanggan, mencatat status order (apakah sudah dibayar? apakah sudah diantar?), membuat jadwal pengantaran, laporan penjualan berdasarkan kriteria sesuai keinginan beserta grafiknya dan mencetak bon.

login

Di atas adalah login page.

orderadd

di atas adalah halam untuk menambah order

laporanskublurred

 

di atas adalah contoh laporan lengkap beserta grafiknya.

Recent Creation – Web Application for Spinning Factory

Cerita dimulai saat saya diminta membuat aplikasi untuk sebuah pabrik pemintalan benang empat bulan lalu. Saat itu ownernya meminta untuk dibuatkan aplikasi yang bisa dibuka di komputer maupun iPad dan smartphone. Hmm, lalu saya pikir ya sudah buat saja aplikasinya di web. Tapi masalahnya saya buta sama sekali tentang bikin web application.

Jadilah saya ngebut belajar bikin application, yang bisa dibuka di web browser (firefox, chrome). Untung saya punya teman yang jago komputer sehingga saya bisa konsultasi banyak hal.

Setelah empat bulan, akhirnya saya bisa menghasilkan web application seperti dibawah ini

login

Ini adalah halaman login. Sama seperti application pada umumnya, kalau mau pakai ya harus login dulu. Tidak bisa sembarang orang memakai.

home

Ini adalah halaman home page.

Aplikasi ini online, artinya bisa di akses dari manapun berada selama ada internet. Tak perlu install2 apapun, selama bisa buka facebook berarti bisa juga buka aplikasi saya.

Aplikasi ini mampu menampung semua data spareparts di perusahaan tersebut, yang jumlahnya ribuan. Mampu melayani permintaan pembelian dan transfer antar pabrik.

master

purchase_add

Seluruh halaman yang berpotensi membingungkan dilengkapi dengan live-help system yang bisa dinyalakan. Ia akan membantu user menampilkan petunjuk pengisian sesuai dengan item yang harus diisi (berdasarkan mouse hover).

Pilihan barang (yang akan dibeli, atau di transfer) dibuat semudah mungkin.

master_choice

Aplikasi web ini juga dilengkapi dengan multi-tier approval system. Jadi kalau mau beli barang, harus persetujuan si anu, persetujuan si itu, baru bisa dibeli.

transfer_review

Jika ada permintaan pembelian / transfer yang baru, sistem secara otomatis akan mengirimkan email ke orang-orang yang bersangkutan, mirip seperti twitter yang mengirim email kalau ada yang mention kita.

Semua stok di update secara otomatis berdasarkan events, seperti pembelian otomatis menambah stok, pemakaian otomatis mengurangi stok.

Tentunya tidak semua orang bisa mengakses semua halaman, maka pada aplikasi ini juga diterapkan grid-based permission system, dimana setiap user mendapat level akses horizontal (divisi) dan vertikal (0-9) berdasarkan posisi di divisi itu, dan setiap user ingin mengakses halaman paka kedua level akses akan dievaluasi oleh sistem untuk menentukan boleh/tidaknya ia mengakses suatu halaman. Jika tidak boleh, maka akan muncul tampilan sebagai berikut

access_denied

Dalam mendesain aplikasi ini, saya telah mengikuti arsitektur kode modern dengan standard MVC (Model View Controller), yang artinya pemisahan atas struktur dasar, logika berpikir, dan tampilan depan. Tujuannya untuk mengisolasi error sehingga satu error tidak akan menghancurkan keseluruhan sistem.

Arsitektur yang rapi juga memastikan aplikasi ini sangat scalable, dapat dikembangkan tanpa takut merusak apa yang sudah ada, dan memudahkan tugas maintenance serta error detection.

Ia juga telah dilengkapi dengan automated application testing and error detection untuk minimalisasi error, sehingga user memiliki 100% keyakinan core task aplikasi akan tetap berjalan tanpa kesalahan operasi (seperti stok yang tidak berkurang setelah diambil, dsb).

Saya juga memasukkan unsur fully-automated deployment yang tujuannya untuk meminimalisasi down-time jika terjadi server crash. Server baru dapat digunakan dalam waktu yang jauh lebih cepat dari pada menggunakan metode manual.

Ia telah memiliki load balancer untuk memastikan kerja mesin seimbang dan optimal, sehingga user tak perlu menunggu lama untuk membuka halaman-halaman yang ada.

Jika terdapat error, saya memasukkan fitur auto-notification sehingga user tak perlu repot-repot member tahu saya error tersebut, saya akan langsung mengetahuinya lewat email yang dikirim otomatis.

Fitur automated-backup and cloud-backup juga diterapkan untuk menjaga data user dari bencana yang tidak dinginkan.

Masih banyak hal yang harus dipelajari, jadi kalau teman-teman mau bikin website yang jauh berbeda dari apa yang saya tampilkan disini, saya akan dengan senang hati mengerjakannya. Sekalian belajar hal baru 🙂

Thanks to steven for teaching me so many things about websites, web applications, and web management. The credit is yours.

Random Thought on Chasing Wealth

“I wish everyone could get rich and famous and everything they ever dreamed of so they can see that’s not the answer.” Jim Carrey

Why did Jim Carrey say that?

I never experience massive wealth and fame, so I myself is trying to guess what it means. Jadi saya berpikir-pikir, berimajinasi, mengandai-andai.

May be chasing wealth is like climbing a super high mountain. Jika saya sampai di puncak gunung, berarti saya telah berada di posisi kemakmuran yang saya inginkan.

1-on-list-of-islands-by-highest-point-is-the-Puncak-Jaya-summit-at-4884-m-16024-ft-on-Mount-Carstensz-New-Guinea-Indonesia

Imajinasi ini bercerita tentang dua orang, yang ingin mendaki gunung yang sama.

Orang pertama mendaki gunung dengan sangat agresif, ingin cepat-cepat sampai ke puncak. Ia membayangkan puncak gunung pasti indah sekali, pemandangan terhampar di sepanjang jangkauan mata, dunia menjadi kecil. Nah, karena ia ingin cepat sampai di puncak, mungkin dia bawaannya ringan saja, lightweight travel. Hanya pakai baju tipis, tidak bawa baju tebal. Hanya bawa makanan dan minuman ringan dan instan. Jalan sendiri, tidak bawa teman. Hasilnya ia memang cepat sekali progressnya. Dalam sekejap saja dia sudah sampai puncak.

But guess what he finds at the top? Pemandangan memang indah, tapi ternyata ia lupa puncak gunung itu dingin dan berangin. Ia tidak bawa baju tebal, hanya bawa makanan instan, dan ia jalan sendiri. Dingin, sendiri, dan tidak cukup makan, will it be enjoyable? I guess not.

Ada orang kedua, ia juga sangat ingin mencapai puncak seperti orang pertama. Bedanya, he really takes his time. Sebelum mulai mendaki, ia menghabiskan waktu untuk mengajak teman-temannya mendaki bersama dia. Ia membawa segala peralatan masak, cangkir, kompor, baju tebal. Barang bawaannya menjadi banyak sekali, dan rombongannya jadi besar.

Dengan barang bawaan sebanyak itu, dia mendaki lebih lambat dari orang pertama. Mungkin dua kali, tiga kali, empat kali lebih lambat. Kadang salah satu temannya kelelahan sehingga perjalanan terhenti, padahal ia masih segar dan ingin meneruskan perjalanan. Tapi ia setia kepada temannya, sehingga iapun ikut berhenti. Dia tidak meninggalkan rombongannya. Kadang temannya sakit, ia pun terpaksa berhenti beberapa waktu untuk merawatnya.

Perjalanan jadi merepotkan, lamban, tapi ia memastikan walaupun lambat, dia tetap mendaki, bersama.

Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya ia sampai di puncak. Beda dengan orang pertama yang sama-sama mendapat pemandangan indah, ia bawa baju tebal. Ia bawa teman-teman. Dia dapat menikmati pemandangan tanpa kedinginan. Ia bawa peralatan masak, dia bisa menikmati pemandangan sambil makan sup hangat, ngobrol dan bersenda gurau dengan teman-teman. Ia bisa tinggal selamanya disitu tanpa merasa kurang apapun.

Bagaimana dengan orang pertama? Karena ia kedinginan, ia ingin cepat-cepat turun. Ia berlari untuk turun, akhirnya kepleset dan jatuh dengan sangat cepat kebawah, dan menyakitkan.

Orang pertama adalah orang yang ingin cepat-cepat sampai ke puncak kekayaan, tapi ia lupa dengan hal penting lainnya. Ia lupa dengan keluarganya, teman-temannya, kesiapan mentalnya, dan kesehatan fisiknya. Ia mengorbankan segalanya untuk sampai di puncak secepat mungkin.

Orang kedua adalah orang yang juga ingin sampai ke puncak kemakmuran, tapi ia tidak lupa dengan keluarga, orang-orang disekitarnya, kesiapan mentalnya, dan kesehatan fisiknya sendiri. Memang, keluarga dan teman memberatkan, memperlambat jalan ke tujuan. Kadang pendakian (baca:pekerjaan) harus terhenti karena teman lagi sedih dan butuh penghiburan. Sesekali jadi harus absen masuk kantor untuk menyelesaikan pekerjaan (baca: kehilangan kesempatan untuk keliatan jadi karyawan super di mata bos) karena ada acara keluarga. Pekerjaan harus berhenti sejenak untuk istirahat.

Tapi bukankah keluarga, teman, pasangan hidup, kesehatan, dan kematangan / kedewasaan yang membuat segala harta dan kemakmuran menjadi sepenuhnya enjoyable?

Just like Barney Stinson said : “Whatever you do in this life, it is not legendary, unless your friends are there to see it”

You will almost always fails a leap of faith

You will almost always fails a leap of faith… if you think the leap will be like this

Leap of faith mis

Sori banget gambar gw super jelek haha. Emang ga bakat gambar dari kecil (curcol).

Well,  I can say leap of faith jarang sekali seperti gambar di atas. Gambar di atas seolah-olah menunjukkan bahwa untuk melakukan leap of faith, dimana kita bersiap diri (lari kenceng2) dan lompat, lalu HUP melompatlah kita. Hasilnya langsung keliatan, kemungkinan : 1) sampe ke tempat yang dituju (mencapai mimpi, apa yang diinginkan, dll), atau 2) terjun ke jurang, gagal. Dengan kata lain, ini Leap of Faith yang pendek.

Leap of faith is not that short, in fact leap of faith is something like this:

Leap of faith new_01

yah lagi-lagi gambar super jelek.

Jaraknya panjang, jadi ga bisa langsung lompat trus HUP sampe. Gambar kedua dimulai dengan Fall of Faith, dimulai dengan kejatuhan, terjerembab ke hutan yang kita ga tahu apa. Kadang, sangking lebatnya hutan tersebut, kita tidak bisa lihat matahari, hilang orientasi arah, bahkan tujuan menjadi tidak kelihatan. Kita harus tersesat di hutan, jatuh, terjerembab ke lumpur, basah2an, berjalan tanpa tujuan. plus, semua serba asing.

Ada kemungkinan kita tersesat selamanya, ga pernah sampe tujuan. But that’s the risk, and that will be a good story to tell to your children, right? haha. Cerita sukses kan justru serunya ya pas di part ini.

Dengan keberuntungan dan restu dari yang Maha Kuasa, semakin kita jalan, lama-lama matahari mulai keliatan. Lama2 tujuan mulai terlihat. Pelan2 semua jadi tidak asing, kita mulai terbiasa dengan cahaya di hutan, dengan udara yang lembab, dengan jalan yang tidak rata. Apakah perjalanan sudah selesai? Belum. Perjalanan masih panjang.

Setelah lewat hutan, masih banyak jurang kecil yang harus di akali, masih banyak batu yang harus diputari / dipanjat. Dan mungkin terakhir masih harus manjat tebing super tinggi untuk kembali ke atas (sampai ke tujuan) seperti digambarkan garis merah.

Kalau kita masih berpikir leap of faith yang pendek, mungkin rasanya kita seperti jatuh ke jurang yang dalam, alias gagal. Padahal sebenernya bukan gagal, tapi yah memang begitu jalannya, memang panjang, memang harus susah terlebih dahulu, memang harus dimulai dari kejatuhan dan tersesat.

So, when you take the leap of faith, don’t expect quick result, don’t expect comfort. It’s a long journey. I am in one, without knowing if I will ever reach the other end. But I believe all of this is necessary if you want to get where you want to be. Again, don’t expect quick result, don’t expect comfort.

(tambahan)

* and remember, you might get lost in the middle without ever going out